Peneliti UNIMMA Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Risiko pada Perusahaan Manufaktur Makanan dan Minuman di Indonesia
27 September, 2025

admin

Magelang – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menunjukkan kiprahnya dalam riset internasional. Tim peneliti dari Fakultas Ekonomi UNIMMA berhasil mempublikasikan artikel berjudul “Why Did Management Need to Disclose Risk Information? A Study in Indonesia’s Food and Beverage Manufacturing Companies” pada 5th Borobudur International Symposium on Humanities and Social Science (BIS-HSS) 2023. Artikel ini resmi diterbitkan pada 20 Oktober 2024 dengan DOI: 10.31603/biseb.54.

Penelitian yang dilakukan oleh T. Arfiani, Farida, B. Maharani, dan N. Hidayah ini berfokus pada pengungkapan risiko (risk disclosure) dalam laporan tahunan perusahaan manufaktur makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016–2020. Sebanyak 45 perusahaan dijadikan sampel melalui metode purposive sampling, dengan kriteria perusahaan yang konsisten menerbitkan laporan keuangan tahunan dalam mata uang rupiah selama periode penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting. Pertama, Good Corporate Governance (GCG) terbukti berperan dalam mendorong keterbukaan informasi risiko. Komite manajemen risiko (risk management committee) dan kepemilikan publik meningkatkan kecenderungan perusahaan untuk mengungkapkan risiko secara lebih luas. Kedua, kepemilikan manajerial juga berpengaruh positif terhadap keterbukaan informasi, karena mampu menyelaraskan kepentingan manajemen dengan pemegang saham. Sebaliknya, tingkat profitabilitas justru menurunkan kecenderungan perusahaan dalam mengungkapkan risiko, karena perusahaan dengan kinerja keuangan baik cenderung “menyembunyikan” potensi risiko. Sementara itu, leverage dan reputasi auditor tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap risk disclosure.

“Temuan ini penting untuk mendorong perusahaan lebih transparan dalam menyajikan informasi risiko. Investor dan pemangku kepentingan membutuhkan keterbukaan agar dapat mengambil keputusan bisnis yang tepat,” ungkap tim peneliti.

Penelitian ini memiliki implikasi praktis yang luas. Dengan meningkatnya keterbukaan risiko, perusahaan dapat memperkuat kepercayaan publik, meminimalkan potensi konflik kepentingan, serta mendukung tata kelola perusahaan yang lebih baik. Selain itu, hasil riset ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas informasi keuangan dan non-keuangan di Indonesia.

Lebih jauh, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) melalui penguatan tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel. Keterbukaan informasi risiko juga berkontribusi pada SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) karena menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif. Selain itu, hasil riset ini turut mendukung SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dengan memperkuat peran sektor industri makanan dan minuman sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengelolaan risiko yang lebih baik.

Dengan publikasi ini, UNIMMA tidak hanya berkontribusi pada literatur akademik, tetapi juga memberikan rekomendasi nyata bagi dunia usaha, regulator, dan masyarakat luas. LPPM UNIMMA menegaskan bahwa riset-riset dosen UNIMMA akan terus diarahkan untuk memberikan dampak sosial-ekonomi yang relevan, berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, serta memperkuat reputasi universitas di tingkat internasional.